Apa Itu Merek Menurut Para Ahli dan Cara Membuat Merek Yang Baik
Apa Itu Merek Menurut Para Ahli dan Cara Membuat Merek Yang Baik

Apa Itu Merek Menurut Para Ahli dan Cara Membuat Merek Yang Baik

Merek/ Brand adalah simbol pengidentifikasi, tanda, logo, nama, kata dan / atau kalimat yang digunakan perusahaan untuk membedakan produk mereka dari orang lain. Kombinasi dari satu atau lebih elemen tersebut dapat digunakan untuk membuat identitas produk.

Pengertian Merek Menurut Para Ahli

Dalam satu perusahaan mereka dapat memiliki beberapa merek untuk produknya. Contohnya adalah perusahaan Nutrifood, perusahaan tersebut memiliki beberapa merk dagang seperti Nutrisari, L-Men, dan Tropicana. Yang mana tiap merek tersebut memiliki identitas produk dan ceruk pasar yang berbeda. Lalu bagaimana pengertian merek menurut para ahli ? Apa Itu Merek Menurut Para Ahli rajamanajemen.com

Pengertian Menurut Philip Kotler

Simbol, tanda, rancangan ataupun sebuah kombinasi dari tiga hal tersebut yang ditujukan sebagai identitas dari beberapa penjual untuk kemudian dijadikan sebagai pembeda dengan pesaing yang ada di pasaran Kotler (2009)

Pengertian Menurut Marty Neumeier

Merek adalah perasaan seseorang tentang suatu produk, layanan, atau organisasi. Marty Neumeier

Ashley Friedlein, CEO dan co-founder Econsultancy, memiliki pendapat yang sama:

“Merek adalah jumlah total dari bagaimana seseorang mempersepsikan organisasi tertentu. “

Pengertian Menurut David A. Aaker

Merek adalah seperangkat aset (atau kewajiban) yang ditautkan dengan nama dan simbol yang menambah (atau mengurangi dari) nilai yang diberikan oleh suatu produk atau layanan. Merek adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan (baik berupa logo, cap/kemasan) untuk mengidentifikasikan barang/jasa dari seorang penjual/kelompok penjual tertentu. David A. Aaker (1991)

Pengertian Menurut Kartajaya

Merek adalah aset yang menciptakan nilai bagi pelanggan dengan meningkatkan kepuasan dan menghargai kualitas. Kartajaya (2010)

Landasan merek sebuah produk adalah logo. Mulai dari situs web, kemasan dan materi promosi semua harus terintegrasi dengan logo produk tersebut.

Ketika suatu perusahaan memutuskan untuk menetapkan suatu brand sebagai citra publiknya, ia harus terlebih dahulu menentukan identitasnya, atau bagaimana produk tersebut ingin dilihat oleh pelanggan. Logo perusahaan sering kali memasukkan pesan, slogan, atau produk yang ditawarkan perusahaan. Tujuannya adalah untuk membuatnya mudah diingat dan menarik bagi konsumen. Perusahaan biasanya berkonsultasi dengan tim desain untuk ide aspek visual seperti logo. Brand yang sukses secara akurat menggambarkan pesan atau perasaan yang coba disampaikan perusahaan dan menghasilkan kesadaran produk, atau pengakuan akan keberadaan produk dan apa yang ditawarkannya.

Begitu sebuah merek telah menciptakan sentimen positif di antara target audiensnya, perusahaan tersebut dikatakan telah membangun ekuitas brand. Beberapa contoh perusahaan dengan ekuitas brand memiliki produk yang sangat dikenal seperti Microsoft dan Apple.

Jika pembuatan merek berhasil, maka akan menghasilkan peningkatan penjualan tidak hanya untuk produk tertentu yang dijual, tetapi juga untuk produk lain yang dijual oleh perusahaan yang sama. Brand yang baik menimbulkan kepercayaan pada konsumen, pengalaman yang baik dengan satu produk, dan konsumen lebih cenderung untuk mencoba produk lain yang terkait dengan brand yang sama. Fenomena ini sering disebut sebagai loyalitas merek atau terciptanya pelanggan loyal.

Strategi & Ekuitas

Strategi merek adalah bagaimana, apa, di mana, kapan, dan kepada siapa perusahaan berencana berkomunikasi dan menyampaikan pesan marketing. Di mana beriklan adalah cara untuk menciptakan ekuitas merek. Saluran distribusi perusahaan juga merupakan bagian dari strategi. Dan apa yang perusahaan komunikasikan secara visual dan verbal adalah bagian dari strategi.

Branding yang konsisten dan strategis mengarah pada ekuitas yang kuat, yang berarti nilai tambah yang dibawa ke produk atau layanan perusahaan yang memungkinkan menaikkan harga jual daripada produk serupa tanpa brand atau merek yang belum memiliki ekuitas yang baik. Contoh paling jelas dari hal ini adalah harga sepatu Nike jauh lebih mahal daripada sepatu lokal, akan tetapi pelanggan rela mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan sepatu dari brand Nike.

Nilai tambah intrinsik untuk ekuitas sering kali datang dalam bentuk persepsi kualitas atau ikatan emosional. Sebagai contoh, Nike mengaitkan produknya dengan atlet bintang, berharap menimbulkan keterikatan emosional pelanggan dari atlet ke Produk mereka.

Cara Membuat Merek

Merek yang kamu buat harus dapat mengdefinisikan produk yang akan kamu jual dan perusahaanmu. Maka sebelum membuat suatu brand, kamu harus dapat menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa misi perusahaanmu ?
  2. Apa manfaat dan fitur produk atau layananmu ?
  3. Apa pendapat pelanggan dan prospek perusahaanmu ?
  4. Kualitas apa yang ingin perusahaanmu cerminkan ?

Lakukan riset. Pelajari kebutuhan, kebiasaan, dan keinginan pelanggan saat ini dan calon pelanggan.

Baca juga cara mudah buat logo produk > klik disini.

Ahmad Fauzi

I like to read news about politics and economics at CNN Indonesia. I'm a college student at IBIK Bogor and founder, writer, developer of rajamanajemen.com. Want to know more about me? contact my email at [email protected] Instagram:@ahmadfauzinih

Tinggalkan Balasan