QC Seven Tools (7 Alat Pengendalian Kualitas)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

Rajamanajemen.com – Menurut Juran (1962), kualitas adalah kesesuaian dengan tujuan atau manfaatnya. Dalam rangka mengendalikan kualitas pada suatu sistem organisasi, digunakan alat yang dikenal juga sebagai seven tools, atau tujuh alat pengendalian kualitas.

QC Seven tools merupakan salah satu alat statistika untuk mencari akar permasalahan kualitas, sehingga manajemen kualitas dapat menggunakan seven tools tersebut untuk mengetahui permasalahan terhadap produk yang mengalami cacat. QC Seven tools ini pertama kali diperkenalkan deh Kaoru Ishikawa seorang profesor engineering dari Universitas Tokyo pada tahun l968 yang menjadikanya father of quality services (lingkaran kualitas). Alat bantu ini telah banyak digunakan diseluruh dunia oleh semua manager berbagai tingkatan, karena seven tools ini dapat membantu analisa, menginterpretasikan data dan memetakan masalah guna membantu kelancaran kerja dari sebuah tim. Adapun tujuh alat tersebut adalah check sheets, stratification diagram, histogram, scatter diagram, pareto diagram, cause-effect/fishbone diagram, dan control chart.

Baca juga:
1. Manajemen Rantai Pasokan
2. Pertumbuhan Ekonomi dan cara perhitungannya

QC SEVEN TOOLS

Check Sheets (Lembar Periksa)

Check Sheet merupakan suatu daftar yang mengandung atau mencakup factor-faktor yang ingin diselidiki dari suatu masalah. Check Sheet merupakan daftar yang berisi unsur-unsur yang mungkin terdapat dalam situasi atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa check sheet merupakan salah satu metoda untuk memperoleh data yang berbentuk daftar yang berisi berbagai macam pernyataan yang ingin diselidiki dengan cara memberi tanda cek. Alat pengendalian kualitas ini berupa lembar pencatatan data secara sederhana, sehingga menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dalam masa pengumpulan data tersebut. Pada umumnya checksheet berisikan pertanyaan-pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa sehingga pencatat cukup memberikan tanda kolom yang telah tersedia dan memberikan keterangan apabila dibutuhkan. Berikut adalah contoh check sheet dari proses produksi mainan kereta kayu pada komponen badan lokomotif.

check sheets lembar periksa qc seven tools 1
contoh penggunaan check sheet

Stratification Diagram (Diagram Stratifikasi)

Yang dimaksud dengan stratifikasi merupakan teknik pengelompokan data kedalam kategori-kategori yang lebih kecil dan mempunyai karakteristik yang sama. Tujuan dari dilakukannya stratifikasi ini adalah untuk mengidentifikasi kategori apa yang paling berpengaruh pada permasalahan yang sedang dibahas, dan didalam penggunaannta dapat diiringi dengan tools lainnya. Pada umumnya pengelompokan data tersebut berdasarkan parameter kesalahannya adalah sebagai berikut:

  • Jenis kesalahan.
  • Penyebab kesalahan.
  • Lokasi kesalahan.
  • Bahan (material, hari pembuatan, unit kerja, penyalur waktu dan lot).

Penggunan stratifikasi juga dapat ditujukan untuk mencari faktor penyebab utama masalah pada kualitas dengan lebih mudah, membantu pembuatan scatter diagram, mempermudah pengambilan keputusan menggunakan peta kontrol, mampelajari secara menyeluruh masalah yang dihadapi, menghindari salah tafsir dalam menentukan keputusan. Berikut adalah contoh diagram stratifikasi dari proses produksi mainan kereta kayu pada komponen badan lokomotif.

stratification diagram diagram stratifikasi lembar periksa qc seven tools 1
contoh penggunaan stratification diagram

Histogram

Histogram adalah tampilan grafis dari tabulasi frekuensi yang digambarkan dengan grafis batang. Dalam konteks manajemen kualitas, histogram adalah perangkat grafis yang menunjukkan distribusi, sebaran, dan bentuk pola data dari proses. Jika data yang terkumpul menunjukkan bahwa proses tersebut stabil dan dapat diprediksi, kemudian histogram dapat pula digunakan untuk menunjukkan kemampuan batasan proses. Dikenal juga sebagai grafik distribusi frekuensi, salah satu jenis grafik batang yang digunakan untuk menganalisa mutu dari sekelompok data (hasil produksi), dengan menampilkan nilai tengah sebagai standar mutu produk dan distribusi atau penyebaran datanya.

Meski sekelompok data memiliki standar mutu yang sama, tetapi bila penyebaran data semakin melebar ke kiri atau ke kanan, maka dapat dikatakan bahwa mutu hasil produksi pada kelompok tersebut kurang bermutu, sebaliknya, semakin sempit sebaran data pada kiri dan kanan nilai tengah, maka hasil produksi dapat dikatakan lebih bermutu, karena mendekati spesifikasi yang telah ditetapkan. Berikut adalah contoh histogram dari proses produksi mainan kereta kayu pada komponen badan lokomotif.

diagram Histogram qc seven tools 1
contoh penggunaan histogram

Scatter Diagram (Diagram Pencar)

Diagram Scatter atau diagram pencar atau juga disebut diagram sebar adalah gambaran yang menunjukkan kemungkinan hubungan (korelasi) antara pasangan dua macam variabel dan menunjukkan keeratan hubungan antara dua variabel tersebut yang sering diwujudkan sebagai koefisien korelasi. Scatter diagram juga dapat digunakan untuk mengecek apakah suatu variabel dapat digunakan untuk mengganti variabel yang lain.

Scatter diagram merupakan diagram yang menunjukan hubungan antara dua variabel. Scatter diagram sering digunakan sebagai analisis tindak lanjut untuk menentukan apakah penyebab yang ada benar-benar memberikan dampak kepada karakteristik kualitas. Berikut adalah contoh diagram pencar hubungan antara jumlah karyawan dengan jumlah komponen rusak pada suatu proses produksi.

diagram pencar scatter
contoh penggunaan scatter diagram

Diagram Pareto

Diagram Pareto merupakan suatu gambar yang mengurutkan klasifikasi data dari kiri ke kanan menurut urutan ranking tertinggi hingga terendah. Hal ini dapat membantu menemukan permasalahan yang terpenting untuk segera diselesaikan (ranking tertinggi) sampai dengan yang tidak harus segera diselesaikan (ranking terendah).  Selain itu, Diagram Pareto juga dapat digunakan untuk membandingkan kondisi proses, misalnya ketidaksesuaian proses, sebelum dan setelah diambil tindakan perbaikan terhadap proses.

Diagram Pareto dibuat berdasarkan data statistik dan prinsip bahwa 20% penyebab bertanggungjawab terhadap 80% masalah yang muncul atau sebaliknya. Definisi tersebut menegaskan bahwa lebih mudah mengurangi bagian lajur yang terletak di bagian kiri diagram pareto daripada mencoba untuk menghilangkan secara sistematik lajur yang terletak di sebelah kanan diagram. Hal ini dapat diartikan bahwa diagram Pareto dapat menghasilkan sedikit sebab penting untuk meningkatkan mutu produk atau jasa. Keberhasilan penggunaan diagram Pareto sangat ditentukan oleh partisipasi personel terhadap situasi yang diamati, dampak keuangan yang terlihat pada proses perbaikan situasi dan penetapan tujuan secara tepat. Faktor lain yang perlu dihindari adalah jangan membuat persoalan terlalu kompleks dan juga jangan terlalu mencari penyederhanaan pemecahan. Berikut adalah contoh diagram pareto dari proses produksi makanan beku nugget ayam.

diagram pareto qc seven tools
contoh penggunaan pareto diagram

Cause-Effect Diagram (Diagram Sebab Akibat)

Diagram tulang ikan atau fishbone adalah salah satu metode di dalam pengendalian kualitas. Sering juga diagram ini disebut dengan diagram sebab-akibat atau cause effect diagram. Causeeffect diagram ini juga dapat dikatakan Diagram Fishbone (Tulang Ikan) karena memang berbentuk mirip dengan tulang ikan yang moncong kepalanya menghadap ke kanan. Diagram ini akan menunjukkan sebuah dampak atau akibat dari sebuah permasalahan, dengan berbagai penyebabnya. Efek atau akibat dituliskan sebagai moncong kepala. Sedangkan tulang ikan diisi oleh sebab-sebab sesuai dengan pendekatan permasalahannya.

Dikatakan diagram Cause and Effect (Sebab dan Akibat) karena diagram tersebut  menunjukkan hubungan antara sebab dan akibat. Berkaitan dengan pengendalian proses statistikal, diagram sebab-akibat dipergunakan untuk untuk menunjukkan faktor-faktor penyebab (sebab) dan karakteristik kualitas (akibat) yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab itu. Berikut adalah contoh fishbone dari proses produksi mainan kereta kayu untuk komponen badan lokomotif pada proses pemotongan.

Diagram cause effect diagram fishbone diagram tulang ikan qc seven tools
contoh penggunaan cause-effect diagram

Control Chart (Peta Kendali)

Peta kendali atau control chart merupakan suatu teknik yang dikenal sebagai metode grafik yang di gunakan untuk mengevaluasi apakah suatu proses berada dalam pengendalian kualitas secara statistik atau tidak sehingga dapat memecahkan masalah dan menghasilkan perbaikan kualitas. Metode ini dapat membantu perusahaan dalam mengontrol proses produksinya dengan memberikan informasi dalam bentuk grafik. Tujuan dari perancangan program aplikasi control chart ini adalah untuk melihat sejauh mana tingkat keberhasilan suatu proses produksi sehingga bisa dijadikan pedoman dalam mengarahkan perusahaan kearah pemenuhan spesifikasi konsumen. Peta kendali (control chart) merupakan alat SPC yang paling penting yang digunakan untuk mendeteksi ketika proses dalam keadaan tidak terkendali (out of control). Secara umum peta kendali dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Peta kendali atribut. Peta kendali ini digunakan untuk menggambarkan profil kualitas dari suatu produk secara umum. Karakteristik dari peta kendali atribut yaitu reject atau tidak reject tanpa perlu adanya spesifikasi khusus.
  2. Peta kendali variabel. Peta kendali variabel (measured data) digunakan untuk data yang memiliki besaran yang dapat diukur contohnya panjang, berat, umur komponen, dan sebagainya.

Berikut adalah contoh peta kendali variabel dari proses produksi mainan kereta kayu pada komponen badan lokomotif.

Peta kendali qc seven tools
contoh penggunaan control chart

Demikianlah pembahasan mengenai QC Seven Tools, semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

segera Bagikan ilmu bermanfaat ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on whatsapp

Tinggalkan Balasan