Hukum Penawaran Ekonomi Contoh dan Latihan

Hukum penawaran adalah hukum ekonomi mikro yang menyatakan bahwa semua faktor lain adalah sama, karena harga barang atau jasa meningkat, jumlah barang atau jasa yang ditawarkan pemasok akan meningkat, dan sebaliknya. Sehingga ketika harga suatu barang naik, pemasok akan berusaha memaksimalkan keuntungan mereka dengan meningkatkan kuantitas yang ditawarkan untuk dijual.

Apa itu Penawaran?

Jumlah Pasokan Barang dan Layanan

Saat kita berbicara tentang penawaran, hal itu berarti jumlah barang atau jasa yang disediakan oleh produsen pada ketentuan harga tertentu.

Kenaikan harga hampir selalu mengarah pada peningkatan jumlah yang dipasok dari barang atau jasa itu, sementara penurunan harga akan menurunkan jumlah yang dipasok.

Contohnya,

Ketika harga bensin naik maka secara otomatis akan mendorong perusahaan bensin untuk mengambil beberapa tindakan seperti hal berikut:

  1. Memperluas eksplorasi untuk cadangan minyak.
  2. Melakukan pengeboran agar mendapatkan lebih banyak minyak.
  3. Berinvestasi lebih banyak pada saluran pipa dan tanker minyak untuk membawa minyak ke pabrik-pabrik di mana ia dapat disuling menjadi bensin.
  4. Membangun kilang minyak baru.
  5. Membeli pipa tambahan dan truk untuk mengirim bensin ke pompa bensin.
  6. Membuka lebih banyak pompa bensin.

Pakar ekonomi menyebut hubungan positif ini antara harga dan kuantitas yang dipasok sebagai berikut,

Harga yang lebih tinggi mendorong jumlah persediaan yang lebih tinggi untuk dipasok dan harga yang lebih rendah mengarah ke kuantitas yang lebih rendah untuk dipasok

Hukum Penawaran

Hukum penawaran sama halnya dengan hukum permintaan, mengasumsikan bahwa semua variabel lain yang mempengaruhi penawaran dianggap sama.

Pasokan vs Jumlah yang Disediakan

Dalam terminologi ekonomi, penawaran tidak sama dengan kuantitas yang disediakan. Ketika para ekonom merujuk pada penawaran, yang mereka maksudkan adalah hubungan antara kisaran harga dan jumlah yang dipasok pada harga-harga itu, suatu hubungan yang dapat diilustrasikan dengan kurva penawaran. Ketika para ekonom merujuk pada kuantitas yang disediakan, yang mereka maksudkan hanya titik tertentu pada kurva penawaran, atau satu kuantitas pada kurva penawaran. Singkatnya, penawaran mengacu pada kurva, dan kuantitas yang disediakan mengacu pada titik (spesifik) pada kurva.

Kurva penawaran adalah ilustrasi grafik hubungan antara harga, yang ditunjukkan pada sumbu vertikal, dan kuantitas, yang ditunjukkan pada sumbu horizontal. Kamu dapat melihat pada (Gambar 1) bahwa ketika harga naik, jumlah yang ditawarkan juga meningkat dan sebaliknya. Kurva persediaan dan kurva penawaran hanyalah dua cara berbeda untuk menunjukkan informasi yang sama. Perhatikan bahwa sumbu horizontal dan vertikal pada grafik untuk kurva penawaran sama dengan untuk kurva permintaan.

The graph shows an upward-sloping supply curve that represents the law of supply.
Gambar 1 – Kurva Penawaran

Gambar 1, menggambarkan hukum pasokan pada penawaran bensin.

Seperti permintaan, pasokan dapat diilustrasikan menggunakan tabel atau grafik. Kurva persediaan adalah yang menunjukkan jumlah yang disediakan pada kisaran harga yang berbeda (lihat tabel di bawah). Sekali lagi, harga diukur dalam dolar per galon bensin, dan kuantitas yang diminta diukur dalam jutaan galon.

Table 1. Harga dan pasokan bensin
Harga/galonJumlah pasokan/ juta galon
$1.00500
$1.20550
$1.40600
$1.60640
$1.80680
$2.00700
$2.20720

Bentuk kurva penawaran agak bervariasi sesuai dengan produk, dapat berbentuk datar, lurus, atau melengkung. Namun, hampir semua kurva penawaran memiliki kesamaan dasar: Mereka miring ke atas dari kiri ke kanan dan menggambarkan hukum penawaran. Misalnya ketika harga naik dari $ 1,00 per galon menjadi $ 2,20 per galon, jumlah yang ditawarkan meningkat dari 500 galon menjadi 720 galon. Sebaliknya, ketika harga turun, jumlah yang ditawarkan berkurang.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pasokan

Bagaimana Biaya Produksi Mempengaruhi Pasokan

Kurva penawaran menunjukkan bagaimana kuantitas yang disediakan akan berubah ketika harga naik dan turun, dengan asumsi ceteris paribus ( suatu asumsi dasar dalam ilmu ekonomi yang berarti faktor-faktor lain dianggap tetap ), sehingga tidak ada faktor ekonomi lain yang relevan berubah. Jika faktor-faktor lain yang relevan dengan pasokan berubah, maka seluruh kurva penawaran akan bergeser.
Seperti halnya pergeseran permintaan yang diwakili oleh perubahan kuantitas yang diminta pada setiap harga, pergeseran pasokan berarti perubahan kuantitas yang dipasok pada setiap harga.

Agar lebih mudah memahami faktor-faktor yang memengaruhi penawaran, ingatlah apa yang dicari oleh perusahaan, yaitu laba. Hal yang membedakan adalah pendapatan dan biaya. Barang dan jasa diproduksi menggunakan kombinasi tenaga kerja, bahan, dan mesin, atau apa yang kita sebut input (juga disebut faktor produksi). Jika perusahaan mendapatkan biaya produksi yang lebih rendah, sementara harga untuk barang atau jasa yang diproduksi perusahaan tetap tidak berubah, maka laba perusahaan naik. Ketika keuntungan perusahaan meningkat, hal tersebut akan mendorong perusahaan untuk menghasilkan output (barang atau jasa), karena semakin banyak menghasilkan semakin banyak keuntungan yang akan dihasilkan.
Jadi, ketika biaya produksi turun, perusahaan akan cenderung untuk memasok jumlah yang lebih besar pada harga berapa pun untuk outputnya. Ini dapat ditunjukkan oleh kurva penawaran yang bergeser ke kanan.

Kita ambil contoh kembali dari perusahaan yang sedang naik daun seperti perusahaan kurir yang mengirimkan paket ke seluruh kota. Perusahaan kurir akan memikirkan pembelian bensin, mengapa ? karena bensin adalah biaya utama yang mereka harus dikeluarkan.
Jika harga bensin turun, maka perusahaan dapat mengirimkan paket lebih murah dari sebelumnya. Sehingga biaya yang lebih rendah mengakibatkan keuntungan yang lebih tinggi. Selain itu, perusahaan kurir dapat menyediakan lebih banyak layanannya seperti misalnya layanan satu hari sampai dan layanan reguler 3 hari. Ditambah perusahaan tersebut dapat meningkatkan jangkaun kurir mereka dan menambah cabang.

Sebaliknya, jika perusahaan mendapatkan biaya produksi yang lebih tinggi, maka keuntungan akan lebih rendah dengan harga jual tertentu untuk produk-produknya. Akibatnya, biaya produksi yang lebih tinggi biasanya menyebabkan perusahaan memasok jumlah yang lebih kecil dengan harga berapa pun. Dalam hal ini, kurva penawaran bergeser ke kiri.

Pertimbangkan pasokan untuk mobil, yang ditunjukkan oleh kurva pada Gambar 2, di bawah ini. Poin J menunjukkan bahwa jika harganya $ 20.000, jumlah yang disediakan akan menjadi 18 juta mobil. Jika harga naik menjadi $ 22.000 per mobil, dengan ketetapan ceteris paribus, jumlah yang disediakan akan naik menjadi 20 juta mobil, seperti yang ditunjukkan oleh titik K pada kurva dibawah. Informasi yang sama dapat ditampilkan dalam bentuk tabel, seperti pada Tabel 2.

The graph shows supply curve S sub 0 as the original supply curve. Supply curve S sub 1 represents a shift based on decreased supply. Supply curve S sub 2 represents a shift based on increased supply.
Table 1. Harga dan Pasokan
HargaPenurunan ke S1Jumlah awal yang dipasok S0Penaikan ke S2
 $16,00010.5 million12.0 million13.2 million
$18,00013.5 million15.0 million16.5 million
 $20,00016.5 million18.0 million19.8 million
$22,00018.5 million20.0 million22.0 million
$24,00019.5 million21.0 million23.1 million

Sekarang bayangkan harga baja — komponen penting dalam pembuatan mobil — naik, sehingga memproduksi mobil menjadi lebih mahal. Pada harga berapa pun untuk menjual mobil, produsen mobil akan mengambil tindakan dengan memasok jumlah yang lebih rendah. Ini dapat diperlihatkan secara grafis sebagai pergeseran pasokan ke kiri, dari S0 ke S1, yang menunjukkan bahwa pada harga berapa pun, jumlah yang ditawarkan berkurang. Dalam contoh ini, pada harga $ 20.000, jumlah yang disediakan menurun dari 18 juta pada kurva penawaran awal (S0) menjadi 16,5 juta pada kurva penawaran S1, yang dilabeli sebagai titik L.

Sebaliknya, jika harga baja menurun, memproduksi mobil menjadi lebih murah. Pada harga berapa pun untuk menjual mobil, pabrikan mobil sekarang dapat berharap untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, sehingga mereka akan memasok dalam jumlah yang lebih tinggi. Pergeseran pasokan ke kanan, dari S0 ke S2, berarti pada semua harga, jumlah yang ditawarkan telah meningkat. Dalam contoh ini, pada harga $ 20.000, jumlah yang ditawarkan meningkat dari 18 juta pada kurva penawaran awal (S0) menjadi 19,8 juta pada kurva penawaran S2, yang diberi label M.

Faktor-Faktor Lain Yang Mempengaruhi Pasokan

Dalam contoh di atas, dapat dilihat bahwa perubahan harga input (faktor produksi) dalam proses produksi akan memengaruhi biaya produksi dan jumlah pasokan. Beberapa hal lain juga mempengaruhi biaya produksi, seperti perubahan cuaca atau kondisi alam lainnya, teknologi baru untuk produksi, dan kebijakan pemerintah.

Biaya produksi untuk banyak produk pertanian akan dipengaruhi oleh perubahan kondisi alam. Misalkan, wilayah Cina utara yang biasanya tumbuh sekitar 60 persen dari produksi gandum negara itu mengalami kekeringan pada paruh kedua tahun 2020. Kekeringan mengurangi pasokan produk pertanian, yang berarti pada setiap saat harga, jumlah yang lebih rendah akan disediakan sehingga menggeser kurva ke kiri dan sebaliknya.

Ketika perusahaan menemukan teknologi baru yang memungkinkannya berproduksi dengan biaya lebih rendah, kurva penawaran juga akan bergeser ke kanan. Contohnya adalah perusahaan garmen yang berproduksi menggunakan mesin manual maka biaya produksinya akan mencakup banyaknya tenaga penjahit dan jumlah yang dapat dipasok oleh penjahit sehingga biaya produksi akan bertambah. Sedangkan, jika perusahaan tersebut menggunakan mesin yang lebih canggih sehingga dapat mempercepat proses penjahitan dan mengurangi tanaga penjahit maka biaya produksi akan berkurang yang menyebabkan kurwa penawaran bergeser ke kanan.

Kebijakan pemerintah dapat memengaruhi biaya produksi dan kurva penawaran melalui pajak, peraturan, dan subsidi. Misalnya, pemerintah Indonesia memberlakukan pajak pada minuman beralkohol lebih tinggi daripada pajak minuman jenis lainnya. Pajak diperlakukan sebagai biaya oleh bisnis. Contoh kebijakan lain yang dapat memengaruhi biaya adalah beragam peraturan pemerintah yang mengharuskan perusahaan mengeluarkan uang untuk menyediakan lingkungan yang lebih bersih atau tempat kerja yang lebih aman sehingga mematuhi peraturan berdampak meningkatkan biaya.

Subsidi pemerintah, di sisi lain, adalah kebalikan dari pajak. Subsidi terjadi ketika pemerintah membayar perusahaan secara langsung atau mengurangi pajak perusahaan jika perusahaan melakukan tindakan tertentu. Dari sudut pandang perusahaan, pajak atau peraturan adalah biaya tambahan produksi yang menggeser pasokan ke kiri, membuat perusahaan menghasilkan jumlah yang lebih rendah pada setiap harga yang diberikan. Subsidi pemerintah mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pasokan pada setiap harga, menggeser pasokan ke kanan.

Contoh soal

Pergeseran Pasokan karena Peningkatan Biaya Produksi

Kita tahu bahwa kurva penawaran menunjukkan harga minimum yang akan diterima perusahaan untuk menghasilkan jumlah output tertentu. Apa yang terjadi pada kurva penawaran ketika biaya produksi naik? Berikut ini adalah contoh pergeseran pasokan karena kenaikan biaya produksi.

Langkah 1.

Gambarlah grafik kurva penawaran untuk pizza. Pilih jumlah (seperti Q0). Jika kamu menggambar garis vertikal naik dari Q0 ke kurva penawaran, kamu akan melihat harga yang dipilih perusahaan. Contoh ditunjukkan pada Gambar 1.

The graph represents the directions for step 1. A supply curve shows the minimum price a firm will accept (P sub 0) to supply a given quantity of output (Q sub 0).
gambar 1

Langkah 2.

Mengapa perusahaan memilih harga itu dan bukan yang lain? Salah satu cara untuk mengetahui ini adalah bahwa harga terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah biaya produksi rata-rata: dalam hal ini, biaya bahan pizza (adonan, saus, keju, pepperoni, dan sebagainya), biaya oven pizza, biaya sewa toko, dan upah pekerja. Bagian kedua adalah laba yang diinginkan perusahaan, yang ditentukan, di antara faktor-faktor lain, oleh margin keuntungan dalam bisnis tertentu. Jika kamu menambahkan kedua bagian ini bersama-sama, kamu akan mendapatkan harga yang ingin ditagihkan perusahaan. Kuantitas Q0 dan harga terkait P0 memberi kamu satu poin pada kurva penawaran perusahaan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.

The graph represents the directions for step 2. For a given quantity of output (Q sub 0), the firm wishes to charge a price (P sub 0) equal to the cost of production plus the desired profit margin.
Gambar 2

Langkah 3.

Sekarang, anggaplah bahwa biaya produksi naik. Mungkin keju menjadi lebih mahal per pizza. Jika itu terjadi, perusahaan akan menaikkan harganya dengan jumlah kenaikan biaya keju. Gambar titik ini pada kurva penawaran langsung di atas titik awal pada kurva sebelumnya tetapi dengan keadaan harga naik seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.

The graph represents the directions for step 3. An increase in production cost will raise the price a firm wishes to charge (to P sub 1) for a given quantity of output (Q sub 0).
Gambar 3

Langkah 4.

Geser kurva penawaran melalui titik ini. Kamu akan melihat bahwa kenaikan biaya menyebabkan pergeseran ke kiri dari kurva penawaran sehingga pada harga berapa pun, jumlah yang disediakan akan lebih kecil, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.

The graph represents the directions for step 4. An increase in the cost of production will shift the supply curve vertically by the amount of the cost increase.
Gambar 4

Ringkasan Faktor-Faktor Yang Mengubah Persediaan

Perubahan dalam biaya input, bencana alam, teknologi baru, dan dampak dari keputusan pemerintah semuanya mempengaruhi biaya produksi. Pada gilirannya, faktor-faktor ini mempengaruhi seberapa banyak perusahaan mau memasok dengan harga berapa pun.

Pada gambar 5 merangkum faktor-faktor yang mengubah pasokan barang dan jasa. Perhatikan bahwa perubahan harga produk itu sendiri, bukan di antara faktor-faktor yang menggeser kurva penawaran. Meskipun perubahan harga suatu barang atau jasa biasanya menyebabkan perubahan jumlah yang dipasok itu tidak menyebabkan kurva penawaran itu sendiri bergeser.

Hukum Penawaran

Karena kurva permintaan dan penawaran muncul pada diagram yang sederhana dengan hanya harga dan kuantitas pada sumbu diagram, kamu dapat tertipu untuk percaya bahwa ekonomi hanya tentang empat topik: permintaan, penawaran, harga, dan kuantitas . Namun permintaan mencakup semua faktor yang memengaruhi permintaan, dan penawaran mencakup semua faktor yang memengaruhi pasokan. Faktor-faktor selain harga yang mempengaruhi permintaan dan penawaran dimasukkan dengan menggunakan pergeseran dalam permintaan atau kurva penawaran. Dengan cara ini, model permintaan dan penawaran dua dimensi menjadi alat yang kuat untuk menganalisis berbagai keadaan ekonomi.

Grafik di bawah ini menggambarkan hukum penawaran menggunakan kurva penawaran yang miring ke atas. A, B dan C adalah titik-titik pada kurva penawaran. Setiap titik pada kurva mencerminkan korelasi langsung antara kuantitas yang disediakan (Q) dan harga (P). Jadi, pada titik A, jumlah yang diberikan akan menjadi Q1 dan harga akan menjadi P1, dan seterusnya.

Hukum penawaran
Hubungan-supply-relationship

Kurva penawaran miring ke atas karena seiring waktu, pemasok dapat memilih berapa banyak barang mereka untuk diproduksi dan kemudian dibawa ke pasar. Namun, pada suatu titik waktu tertentu, persediaan yang dibawa oleh penjual ke pasar sudah pasti, dan penjual hanya menghadapi keputusan untuk menjual atau menahan stok mereka dari penjualan; permintaan pelanggan menentukan harga dan penjual akan mengikuti pasar. Jika permintaan pelanggan meningkat dari waktu ke waktu, harga akan naik, dan pemasok dapat memilih sumber daya baru yang dikhususkan untuk produksi (atau pemasok baru dapat memasuki pasar) yang meningkatkan jumlah yang dipasok. Permintaan pada akhirnya menetapkan harga dalam pasar yang kompetitif.

Hukum penawaran adalah salah satu konsep paling mendasar dalam ekonomi. Hukum bekerja dengan hukum permintaan untuk menjelaskan bagaimana ekonomi pasar mengalokasikan sumber daya dan menentukan harga barang dan jasa.

Hukum penawaran sangat intuitif sehingga kamu mungkin tidak menyadari bahwa hukum penawaran berlaku pada berbagai aspek, seperti:

  • Ketika mahasiswa mengetahui bahwa pekerjaan teknik komputer mendapatkan gaji yang lebih besar daripada menjadi guru, maka jumlah mahasiswa yang mengambil jurusan teknik komputer akan meningkat.
  • Ketika pelanggan mulai membayar lebih untuk cupcakes daripada donat, toko roti akan meningkatkan output cupcakes mereka dan mengurangi output donat mereka untuk meningkatkan keuntungan mereka.
  • Ketika atasanmu membayar waktu lemburmu, jumlah jam yang kamu sediakan untuk pekerjaan akan bertambah.

Ahmad Fauzi

I like to read news about politics and economics at CNN Indonesia. I'm a college student at IBIK Bogor and founder, writer, developer of rajamanajemen.com. Want to know more about me? contact my email at [email protected] Instagram:@ahmadfauzinih

Tinggalkan Balasan