Home ยป Teori Perdagangan Internasional : 7 Manfaat dan Contoh

Teori Perdagangan Internasional : 7 Manfaat dan Contoh

Perdagangan Internasional Pengertian, Teori, 7 Manfaat dan Contoh

Pada Teori Perdagangan internasional memungkinkan negara-negara untuk memperluas pasar mereka untuk menyediakan barang dan jasa yang mungkin tidak tersedia di negara tertentu. Dampak dari perdagangan internasional terjadi persaingan yang besar dan ketat sehingga terjadi persaingan harga yang lebih kompetitif. Perdagangan international ini terjadi bukan hanya untuk B2B (Business to Business) tetapi terjadi juga untuk retail B2C (Business to Costumer) contohnya yaitu Amazon dan AliExpress. Perdagangan internasional muncul akibat adanya kesamaan dalam kebutuhan untuk mencukupi negaranya.

Produk yang jika kita membelinya dari luar negeri ke dalam negeri disebut dengan impor.
Sedangkan jika kita menjual barang dari dalam negeri ke luar negeri disebut dengan ekspor.

Siklus perdagangan internasional dimulai dari penawaran, permintaan, dan harga yang dapat dipengaruhi oleh peristiwa global. Contohnya, Perubahan politik di Asia Timur seperti Iran ketika kematian jendral Qassem Soleimani membuat harga minyak sempat naik, sehingga meningkatkan biaya produksi untuk perusahaan yang menggunakan minyak dari negara tersebut yang kemudian akan menghasilkan kenaikan harga yang dibebankan pada produk yang mereka jual.

Perbedaan perdagangan lokal dan perdagangan internasional diantaranya terletak pada luas cakupan distribusi. Perdagangan lokal hanya terjadi dalam 1 negara, sedangkan perdagangan internasional terjadi pada 2 negara atau lebih yang saling melengkapi.

Teori Perdagangan Internasional

Teori Keunggulan Komparatif

Dalam buku The Wealth of Nations karya Adam Smith, ia menekankan pentingnya spesialisasi sebagai sumber peningkatan output, dan dia memperlakukan perdagangan internasional sebagai contoh khusus spesialisasi. Dimana dibelahan dunia selalu memiliki sumber daya produktif langka dan keinginan manusia tidak dapat sepenuhnya dipenuhi oleh mereka.

Dalam teori keunggulan komparatif adalah suatu negara tidak akan mempunyai semua keunggulan mutlak dalam memproduksi sehingga mereka harus memilih barang yang paling efisien dan efektif untuk mereka produksi. Tingkat efisiensi ini dalam dilihat dari ketersediaan BB (Bahan baku), Teknologi dan Tenaga kerja ahli.

Contohnya adalah Negara A bisa menghasilkan alumunium sebanyak 1 ton/ jam dan Negara B bisa menghasilkan sama dengan Negara A. Kemudian Negara B dapat memproduksi mobil canggih menggunakan alumunium tersebut sebanyak 100 unit/ hari, sedangkan Negara A bisa membuat sebanyak 120 unit/ hari. Hanya saja dikarenakan Negara A memiliki sumber daya yang melimpah untuk bijih alumunium, harga produksi mereka jauh lebih rendah. Namun dalam memproduksi mobil walaupun dari Negara A bisa memproduksi lebih banyak tetapi Negara B lebih unggul dari segi teknologi. Sehingga jika Negara A memproduksi mobil dengan teknologi yang sama dengan Negara B dapat dipastikan harga mobil tersebut akan naik berkali-lipat daripada mobil dari Negara B.

Negara ANegara B
Alumunium1 Ton/ Jam1 Ton/ Jam
Mobil120 Unit/ Hari100 Unit/ Hari
Tabel Perbandingan Kemampuan Produksi

Oleh karena itu, Negara A akan memproduksi alumunium dikarenakan lebih efektif dan efisien, Negara B akan memproduksi mobil saja. Negara A dapat memasok alumunium ke Negara B, begitu pun sebaliknya Negara B memasok mobil ke Negara A. Sehingga terjadi perdagangan international yang saling menguntungkan dua belah pihak.

Teori Keunggulan Mutlak atau Absolut

Pada teori keunggulan mutlak perdagangan secara internasional akan memberikan keuntungan pada suatu negara. Dengan syarat negara yang melakukan produksi mempunyai harga yang lebih rendah daripada negara lain.

Untuk kejelasan eksposisi, teori keunggulan komparatif biasanya pertama kali digariskan seolah-olah hanya dua negara dan hanya dua komoditas yang terlibat, meskipun prinsipnya tidak terbatas hanya pada dua negara.

Dalam teori keunggulan mutlak biaya produksi biasanya hanya diukur dalam hal waktu dan tenaga kerja. Misalnya untuk menghasilkan 1 baju diperlukan waktu 2 jam.

Contohnya, Negara A dan B yang dapat memproduksi baju dan sepatu.

Negara ANegara B
Baju/ Unit1 Jam2 Jam
Sepatu/ Unit2 Jam6 Jam
Tabel perbandingan waktu produksi

Dibandingkan dengan negara A, negara B terlihat tidak efektif dan efisien dalam produksi. Para pekerjanya membutuhkan lebih banyak waktu untuk menghasilkan satu unit baju atau satu unit sepatu. Ketidakefesienan ini relatif diakibatkan oleh perbedaan baik berdasarkan faktor lingkungan, pelatihan atau keterampilan pekerja, dalam jumlah alat dan peralatan yang tersedia, atau dari berbagai alasan lainnya.

Negara A dikatakan memiliki keunggulan mutlak dalam produksi baju dan sepatu karena lebih efisien dalam produksi kedua barang. Karenanya, keunggulan absolut A memberikan kesimpulan bahwa negara B tidak mungkin bersaing dengan negara A, dan memang bahwa jika perdagangan dibuka di antara mereka, negara B akan kewalahan secara kompetitif. Namun jika kita cermati tabel diatas, bahwa kesimpulan negara B tidak dapat bersaing tidak sepenuhnya benar.

Dalam produksi baju Negara B hanya 2x lebih lambat dari negara A. Jika negara B hanya mengkhususkan saja untuk memproduksi baju daripada sepatu, maka negara B akan memiliki keunggulan yang komparatif. Dan kedua negara tersebut akan saling mendapatkan keuntungan dalam perdagangan internasional jika Negara A mengkhususkan dalam produksi sepatu dan Negara B mengkhususkan dalam produksi baju.

Baca juga: 7 Perbedaan Antara Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi Nasional

Faktor Penyebab Perdagangan Internasional Ada

Alasan mengapa perdagangan internasional muncul yaitu akibat adanya kesamaan dalam 5 faktor pendorong berikut:

  1. Ketersediaan sumber daya alam tiap wilayah berbeda
    Dikarenakan ketersediaan sumber daya alam (SDA) tiap wilayah terbatas baik dari segi jumlah dan variasi. Maka perdagangan internasional merupakan kunci agar tiap wilayah dapat mendapatkan SDA yang tidak mereka miliki atau terbatas.
  2. Mencukupi kebutuhan
    Tiap negara memiliki kebutuhan berbeda-beda tergantung jumlah penduduk dan minat penduduk. Misalnya untuk pangan negara A walaupun bisa menghasilkan sendiri pangan tersebut, akan tetapi dikarenakan jumlah penduduk yang melebihi jumlah pangan yang tersedia. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut negara A harus mengimpor pangan dari negara B.
  3. Perbedaan faktor produksi
    Seperti penjelasan keunggulan komparatif dan mutlak. Tiap negara baiknya terspesialisasi dalam produksi barang. Sehingga barang yang tidak efisien dan efektif untuk dibuat dapat dibeli/ impor dari negara lain yang memproduksi barang tersebut dengan efisien dan efektif.
  4. Perluasan jaringan kerjasama
    Negara perlu melakukan kerjasama untuk saling melengkapi dan saling mengsejahterakan negaranya. Misalnya dapat memenuhi kebutuhan negara atau memperluas lapangan pekerjaan.
  5. Keinginan untuk memperluas distribusi produk atau penjualan
    Karena salah satu faktor utama dalam menghasilkan penjualan yang besar, distribusi produk harus lebih meluas. Oleh karena itu perdagangan internasional dapat memberikan perluasan distribusi.

Hal tersebutlah yang menjadi pendorong mengapa perdagangan internasional terjadi.

Manfaat Perdagangan Internasional

Berikut adalah 7 manfaat perdagangan internasional bagi negara:

  1. Sebagai sumber pendapatan devisa negara
    Dengan adanya kegiatan ekspor, negara akan mendapatkan devisa yang nantinya bisa dipergunakan untuk membeli barang dari luar negeri sebagai pemenuhan kebutuhan dalam negeri
  2. Memperluas pasar penjualan
    Perdagangan internasional membukakan pintu yang sangat lebar untuk para pengusaha melebarkan jalur distribusi produknya, sehingga selain untung secara pendapatan penjual, namun untung juga dalam biaya produksi dikarenakan jumlah barang yang diproduksi meningkat.
  3. Mendapatkan barang yang tidak bisa kita produksi
    Kita bisa mendapatkan barang yang dalam negeri tidak ada misalnya kita dapat membeli smartphone.
  4. Keuntungan Spesialisasi Pemenuhan Kebutuhan
    Walaupun negara A dapat memproduksi baju, mereka bisa mengimpor baju dari Negara B. Dikarenakan negara A akan fokus spesialisasi produksi sepatu dikarenakan lebih menguntungkan dan biaya produksi lebih kecil.
  5. Memperluas cabang usaha dan lapangan kerja
    Dengan adanya perdagangan internasional, negara dapat membuka cabang-cabang usaha dalam negeri diluar negeri. Hal tersebut akan berefek pada lapangan pekerjaan yang semakin meluas.
  6. Meningkatkan pendidikan dan teknologi
    Semakin luasnya pasar yang dapat dijangkau maka semakin ketat juga persaingan perdagangan. Hal ini akan menuntut suatu negara untuk menghasilkan inovasi sehingga pendidikan dan teknologi akan didukung untuk berkembang.
  7. Pertukaran Budaya
    Negara dapat menyebar luaskan budaya negara mereka melalui produknya.

Hambatan Dalam Perdagangan Internasional

Dalam perdagangan internasional tidak semuanya berjalan mulus. Dikarenakan perdagangan internasional tidak semudah dengan perdagangan dalam negeri. Faktor hambatan dalam perdagangan internasional sebagai berikut:

  1. Perbedaan regulasi dan kebijakan pemerintah
    Tiap negara memiliki aturan berbeda-beda. Misalnya Negara A tidak menerima produk cemilan yang mengandung babi, sedangkan negara B memproduksi cemilan tersebut. Dampaknya Negara B tidak dapat mengekspor barang ke negara A.
  2. Bea cukai atau pajak
    Seringkali pajak negara menjadi hambatan, dimana tarif pajak negara tersebut terlalu tinggi.
  3. Mata uang
    Perbedaan mata uang pun terkadang menjadi masalah dikarenakan perbedaan kurs. Sehingga perlunya mengkonversi uang menjadi dollar atau mata uang negara yang dituju.
  4. Proses yang lama
    Distribusi dari negara A ke negara B tidak akan secepat transaksi penjualan dalam satu negara. Hal ini dikarenakan lamanya proses pengecekkan, distribusi dalam perjalanan dan hambatan lainnya.

Jenis Perdagangan Internasional

Jenis perdagangan internasional ada 3 yaitu:

  1. Perdagangan bilateral
    Perdagangan yang dilakukan 2 negara
  2. Perdagangan multilateral
    Perdagangan yang dilakukan antar negara tanpa melihat wilayah tertentu.
  3. Perdagangan regional
    Perdagangan yang dilakukan pada ruang lingkup wilayah negara tertentu misalnya kerjasama perdagangan khusus negara ASEAN.

Kesimpulan – Teori Perdagangan Internasional

Untuk memenuhi kebutuhan suatu negara yang berbeda-beda, harus terjadinya hubungan mutualisme antar negara dikarenakan tiap negara tidak akan memiliki semua sumber daya alam, baik terbatas secara variasi maupun secara kuantiti. Oleh karena semangat untuk memenuhi kebutuhan itu, teori perdagangan internasional terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *